Tutorial Sederhana Setting Linux Fedora Core Sebagai Gateway Internet

seteah proses installasi Fedora Core

1. Menetapkan IP Address
Misalkan kita punya 2 Interface (Kartu Jaringan), eth0 dan eth1, jadikan eth0 sebagai jalur ke internet (ip addressnya biasanya diberkan oleh ISP) dan eth2 sebagai jalur ke jaringan lokal (sebagai contoh masukkan range IP 192.168.0.1/24). edit file ifcfg-ethx untuk membuatnya permanent

masuk ke dalam folder etc/sysconfig/network-script/
#vi /etc/sysconfig/network-script/ifcfg-eth0

rubahlah settingan menjadi seperti ini (tekan “i” untuk mengedit dan simpan dengan “esc : x”)
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.182.92
NETMASK=255.255.255.192
GATEWAY=192.168.182.1
ONBOOT=yes
TYPE=Ethernet

Merubah eth2 sebagai interface jaringan lokal
#vi /etc/sysconfig/network-script/ifcfg-eth1
pastikan settingan seperti ini
DEVICE=eth1
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.0.92
NETMASK=255.255.255.0
ONBOOT=yes
TYPE=Ethernet

2. Menetapkan DNS
#vi /etc/resolf.conf
masukkan DNS (biasanya diberikan oleg ISP)
nameserver 203.99.123.8
nameserver 203.99.123.122

3. Membuat rule iptables untuk NAT koneksi internet
buat satu file untuk script
#vi /ipt –> tekan i terus ketiklah baris ini
IPT=”/sbin/iptables”
INT=”eth0″
LAN=”eth1″
$IPT -F
$IPT -F INPUT
$IPT -F OUTPUT
$IPT -F FORWARD
$IPT -F -t mangle
$IPT -F -t nat
$IPT -X
$IPT -P INPUT DROP
$IPT -P OUTPUT ACCEPT
$IPT -P FORWARD ACCEPT
$echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
$IPT -t nat -A POSTROUTING -o $INT -j MASQUERADE
$IPT -A INPUT -m state –state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT
simpanlah file itu tekan “esc : x”
rubah file itu menjadi executable #chmod /ipt +x
jalankan file itu #./ipt

5. Membuat LinuxBox kita sebagai DHCP Server
#vi /etc/dhcpd.conf
pastikan isinya spt ini

ddns-update-style interim;
ignore client-updates;

subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {

# — default gateway option router itu sbg gateway
option routers 192.168.0.1;
option subnet-mask 255.255.255.0;

option nis-domain “latihan.net”;
option domain-name “latihan.net”;
option domain-name-servers 192.168.20.2;

option time-offset -18000; # Eastern Standard Time
# option ntp-servers 192.168.1.1;
# option netbios-name-servers 192.168.1.1;
# — Selects point-to-point node (default is hybrid). Don’t change this unless
# — you understand Netbios very well
# option netbios-node-type 2;

range dynamic-bootp 192.168.0.10 192.168.0.254;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;

# we want the nameserver to appear at a fixed address
# host ns {
# next-server marvin.redhat.com;
# hardware ethernet 12:34:56:78:AB:CD;
# fixed-address 207.175.42.254;
# }
}

simpan lah file itu “esc : x”

6. Mendisable SELinux (entahlah pokoke ini di disable ajeh.. ^_^’)
#vi /etc/selinux/config
Rubah baris SELINUX = enforcing menjadi
SELINUX = disabled

7. langkah terakhir ketik “setup” di prompt
masuk ke menu service, terus aktfkan DHCP supaya bisa jalan setiap kali booting

sekarang LINUX GATEWAY ANDA UDAH OKE… ^_^’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: